Menerjemahkan Pesan-Pesan Allah dengan Ilmu Kimia

Menerjemahkan Pesan-Pesan Allah dengan Ilmu Kimia
Sumber : http://pesantren.uii.ac.id
”beberapa saat yang lalu Yogya sangat panas !!!”, benar, mungkin itu adalah statement yang sangat pas bagi muslim yang beriman dan senantiasa berfikir untuk menggambarkan kondisi cuaca Yogya bulan-bulan lalu. Udara yang semakin keruhnya oleh pencemaran CO2 (Dioksid Carbon), dan cahaya matahari dengan sengatnya yang khas seakan-akan memanggang kota ini, anehnya bukan kondisi fisik saja yang memanas, bahkan kondisi masyarakatpun ikut memanas, di tengah situasi negara yang lagi panas-panasnya ini dimana suatu instansi negara sedang gencar-gencarnya bermusuhan satu sama lain , satu pihak menuduh pihak lain begitu seterusnya yang bergejolak ditengah-tengah masyarakat indonesia ini.

Sudah sepantasnya kita sebagai muslim yang beriman untuk senantiasa berfikir akan berbagi fenomena yang berkecamuk dan bermunculan begitu saja, sebagai mana dalam firman Allah  Qs Al waqi’ah di atas diperkuat dengan ayat ke 62 Nya yang artinya,:” Sungguh kamu sangat mengetahui bagaimana ciptaan yang pertama, mengapa pula kamu tidak mengambil pelajaran darinya?”. Dalam ayat tersebut jelas lah kita sebagai muslim yang beriman dituntut untuk selalu cermat dalam berfikir, menyikapi, dan mengambil pelajaran akan berbagai fakta dan fenomena yang bermunculan ditengah-tengah kita, dan tentunya berfikir bisa dilakukan dengan berbagai metode dan jalan, sepertihalnya dengan menggunakan alam sekitar kita sebagai objek berfikir kita guna mengidentifikasi gerak-gerik yang terjadi pada alam ini dan tentunya kelak kita gunakan sebagai pembelajaran akan berbagai fakta dan fenomena yang bermunculan akhir-akhir ini.

 

  • Pesan Allah swt kepada Kita Melalui Kehidupan Alam Sekitar

 

Sesuai dengan fakta penciptaan alam smesta ini, Allah swt tidak menciptakan alam semesta secara sia-sia, semua materi (manusia,hewan,tumbuhan,tanah dll)  yang terkandung di dalamnya (baik padat,cair dan gas) mempunyai peran dan manfaat masing-masing. Sebagai contoh konkrit yang perlu kita kaji, yaitu ”jangkrik”,yang sering kita kenal sebagai satwa berdarah dingin ini ternyata tanpa kita sadari mempunyai peranan yang cukup besar dalam memberitahukan informasi terhadap perubahan alam yang tiba-tiba seperti yang kita alami sekarang ini, khususnya dalam perubahan temperatur alam sekitar kita. Lantas apakah sebenarnya mahluk ini?, apa kegunaan dan hubungannya terhadap perubahan alam yang spontan ini?, dan bagaimankah cara kerja mereka dalam memberikan informasi terhadap perubahan alam yang tiba-tiba ini?.

”Hewan berdarah dingin!”, benar, itulah jawabnya jika kita mendapati pertanyaan apakah jangkrik itu?. Jangkrik merupakan satwa berdarah dingin yang mana Allah telah merancang mereka sedemikian rupa sehingga mereka menjalankan fungsi tubuh sesuai dengan pengaruh temperatur lingkungan sekitar, mereka akan berberderik lebih cepat pada temperatur lebih tinggi dibandingkan derik mereka pada saat temperatur lebih rendah. Lantas apakah kegunaan dan hubungannya mereka terhadap perubahan alam yang mendadak ini?, tentu saja jawabnya adalah mereka (melalui deriknya) sebagai penerjemah sekaligus pertanda bahwa temperatur alam sekitar kita sedang mengalami kenaikan yang begitu berarti (baik akibat ulah manusia sendiri maupun faktor lain) sehingga tak ayal lagi kalu akhir-akhir ini kita menderita sindrome kepanasan akibat suhu tentunya.

Kalau begitu, bagaimanakah cara kerja mereka dalam memberikan informasi kepada kita terhadap perubahan alam yang tiba-tiba ini?. Sejauh yang kita ketahui semua satwa berdarah dingin menjalankan fungsi tubuh mereka lebih cepat pada temperatur lebih tinggi, bandingkan saja seberapa cepat semut berlari antara cuaca dingin dan cuaca panas. Jangkrik tidak dikecualikan pula, derik mereka telah dirancang oleh hukum Allah untuk menyesuaikan diri secara langsung dengan temperatur. Untuk memahami pesan yang mereka bawa , kita tinggal memakai rumus untuk menerjemahkannya.

Dalam hal ini faktor kimiawi lebih berperan dari pada faktor biologi. Semua mahluk hidup diatur oleh Allah swt melalui reaksi-reaksi kimia, dan reaksi-reaksi kimia pada umumnya berjalan lebih cepat pada temperatur lebih tinggi. Hal itu karena suatu bahan kimia tidak dapat bereaksi dengan bahan-bahan lain kecuali mereka saling kontak (molekul yang satu bertemu dengan molekul yang lain). Makin tinggi temperatur , makin cepat pula gerak molekuk-molekul dan makin sering mereka saling bertumbukan dan bereaksi. Orang-orang kimia senang menerapkan aturan sederhana bahwa sebuah reaksi kimia menjadi dua kali lebih cepat untuk setiap kenaikan temperatur sepuluh derajat Celciuas. Untungnya Allah menciptakan kita (para mahluk berdarah panas) agar dapat mempertahankan temperatur konstan sehingga irama hidup kita juga konstan.

Ternyata, jangkrik berderik lebih cepat ketika mereka merasa lebih hangat ataupun panas. Cara terbaik untuk mengukur temperatur ala jangkrik ini adalah dengan mendengarkan langsung derik mereka. Hitunglah jumlah deriknya selama 15 detik, kemudian tambahkan dengan angka 40, maka derik mereka akan terbaca dengan angka temperatur dalam derajat Fahrenheit .adapun  negeri yang menerapkan sistem matrik (sepertihalnya indonesia), jangkrikpun akan tunduk pada sistem tersebut, yakni menderikkan angka dalam derajat Celcius. Dalam hal ini temperatur dalam derajat Celcius dapat dihitung dengan menjumlahkan derik mereka selama 8 detik kemudian menambahnya dengan angka 5. Disitulah kita dapat menerjemahkan panas yang diinformasikan jangkrik dalam satuan derajat celcius , keunikan ini ada karna Allah lah yang telah merancang, menciptakan dan mengukur sedemikian rupa pada tatanan keseimbangan alam semesta ini,maha besar Allah Tuhan semesta alam.

 

  • Allah Menyampaikan PesanNya Dalam Berbagai Cara

 

Sebagaimana al Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi orang-orang yang beriman sekaligus mempuyai kandungan isi (salah satunya) sebagai cerita ummat-ummat dimasa lampau dan masa yang akan datang. Disitu dapat kita tengok lagi bagaimana Allah swt meyampaikan pesanNya (baik berupa peringatan, kabar baik dan lain sebagainya) dengan berbagai cara yang tidak akan pernah terpikirkan oleh kita. Kaum nabi Nuh as diperingatkan oleh Allah berupa adzab banjir yang menenggelamkan bumi ini dimasa ratusan tahun silam lalu, kaum nabi Musa diperingatkan Allah dengan meyeru mereka untuk bunuh diri massal akibat kekufuran mereka menyembah patung sapi dan masih banyak lagi cara-cara Allah untuk menyampaikan pesanNya kepada ummat manusia.

Sebaliknya kita sebagai ummat nabi Muhammad tentunya tidak akan luput pula dari pesan-pesan dan peringatan dari Allah swt baik berupa peringatan, kabar baik dan buruk, adzab dan lain sebagainya. Kita tidak akan tahu dengan cara apa Allah mengingatkan kita akan dosa-dosa yang telah kita perbuat, apakah dengan banjir bandang?, gempa dan longsor dimana-mana?, atau bahkan dengan meningkatnya temperatur alam sekitar kita yang secara spontan baru-baru ini?. Sesungguhnya Tuhan kita maha kreativ dalam segala sesuatu, dan sudah sepantasnya kita sebagai muslim yang beriman menyadari akan hal itu, semoga kita dijadikan Allah sebagai hambanya yang selalu beristighfar akan berbagai dosa kita dan kelak kita dijadikanNya sebagai hamba-hambanya yang selalu berfikir dan bersyukur,amin…amin..amin yaa rabbal ’alamin.

Advertisements
Categories: Sains & Tehnologi, Umum | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: